JAGA SELALU JIWA KORSAMU KOPPASUS

20 Apr

JAGA SELALU JIWA KORSAMU KOPPASUS

Secara pribadi serentak sebagai warga negara, saya mencintai TNI, khususnya pasukan khusus dari berbagai angkatan, termasuk Koppasus di dalamnya. Mereka menjadi simbol kebanggaan Indonesia akan kekuatan pasukan elit siap tempur yang bisa terjun ke medan apa saja. Kehebatan pasukan elit angkatan darat ini diakui dunia dalam hal kemampuan individu tanpa dukungan teknologi mutakhir. Mereka menjadi sebuah kekuatan yang “menjamin” rasa aman secara psikologis tanpa disadari oleh rakyat karena mereka menjadi ujung tombak negara ketika berhadapan dengan kemungkinan ekspansi musuh atas teritori Indonesia. Kehadiran mereka yang pantas diperhitungkan di pentas dunia sangatlah membanggakan. Hal itu tidak dapat saya sangkal.

Mereka sekaligus menjadi simbol garda depan dalam memperjuangkan tegaknya supremasi hukum, tegaknya NKRI sebagai sebuah negara yang diakui mempunyai hukum dan menjamin bahwa semua rakyatnya menghormati hukum tentu pertama-tama dengan keteladanan mereka dalam mematuhi hukum demi tegaknya NKRI sebagai negara yang berdaulat dan mempunyai hukum.

Akan tetapi, tragedi berdarah Lapas Cebongan sedikitnya mengganggu rasa banggaku terhadap pasukan elit yang satu ini. Memang dikatakan oknum! Oknum yang berbuat memang tidak bisa serta-merta kemudian menggeneralisir bahwa semua pasukan elit TNI atau Koppasus terutama dalam kasus ini jelek! Pepatah mengatakan “nila setitik bisa merusak susu sebelanga.” Itulah kurang lebih realitas yang harus dihadapi oleh korps pasukan elit ini, sebab tidak semua rakyat mampu berpikir holistik, ada yang berpikir parsial seperti kata pepatah di atas. Bisa saja ketika melihat deretan pasukan baret merah bukan lagi menimbulkan rasa bangga di hati rakyat, tetapi “rasa takut” yang bersifat  traumatik. Jangan heran jika kehadiran Koppasus di tempat masyarakat sipil kemudian melahirkan antipati karena efek tindakan main hakim sendiri dalam tragedi berdarah yang lalu sedikit banyak telah berefek sporadis menimbulkan kesan “sangar, angker, brutal, tanpa perasaan.” Terkait hal ini, publik tidak bisa serta-merta dipersalahkan atas kesan yang muncul baik yang terungkap di dalam percakapan/tulisan maupun yang masih dipendam.

Meskipun yang melakukan adalah oknum, tetapi kesempatan ini menjadi sebuah moment internal Koppasus berkaca diri. Sejauh mana model pembinaan yang mengedepankan solidaritas/loyalitas korps itu rasional! Rasional jika anda berhadapan dengan musuh yang menyerang negara ini. Menjadi tidak rasional jika jiwa korsa atau solidaritas korps diterapkan secara membabi buta. Penerapan jiwa korsa yang irasional itu tampak dalam tindakan menyerang penjara, membunuh tahanan, mengangkangi hukum dan justru tidak menghormati NKRI yang kalian bela sebagai negara berdaulat yang berarti juga mempunyai kedaulatan hukum yang semestinya anda hormati. Jika anda saja yang seharusnya menjadi garda depan dalam penghargaan kedaulatan hukum NKRI justru memperkosa kedaulatan hukum NKRI, bagaimana dengan rakyat biasa, masyarakat sipil? Apakah kalian mau jika semua rakyat mengikuti teladan kalian untuk lebih mengedepankan hukum rimba di atas hukum sipil yang dianut oleh NKRI?

Anda memang membunuh/membalaskan dendam anggota korps anda, tetapi apakah demi kepentingan negara? Apakah anda digaji oleh uang rakyat untuk membela kepentingan korps-mu sendiri, sehingga rela melakukan tindakan irasional dan inskonstitusional? Apakah senjata yang dibeli dari uang rakyat memang diperuntukkan untuk membunuh rakyatmu sendiri? Rakyat membayar pajak untuk membajui kalian dengan seragam keren, mempersenjatai anda dengan senjata api bukan untuk membantai rakyat sipil tanpa senjata yang sedang ditahan, apa pun track record rakyat sipilmu itu. Kalau rayatmu berada di dalam penjara, berarti semua wajib patuh dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan termasuk dan terutama anda sebagai penegak hukum, penjamin tegaknya hukum dan NKRI!

Saya bangga dan mencintai Koppasus yang tetap rasional, menerapkan jiwa korsa dengan tepat dan bijaksana.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: